Minggu, 13 April 2014

Psikologi Kepribadian



Bagaimana memahami orang?
Stereotipe
(Karakteristik berdasarkan SARA)
+
Halo Effect
(Kesan positif atau negatif orang yang baru ditemui)
=
Implicit Personality Theory
(Tanpa sadar mengumpulkan sedikit fakta)

Agar kesimpulan tetap konsisten, fakta-fakta baru yang tidak mendukung diabaikan dan hanya memperhatikan fakta-fakta yang sejalan dengan kesimpulan awal.
Untuk mengurangi subjektivitas dilakukan percobaan ilmiah. Untuk memahami manusia (Kompleksitas Individu) berdasarkan pola feeling, thinking, dan behaving yang relatif konsisten dalam menyesuaikan diri terhadap tuntutan demi peningkatan kesejahteraan individu tersebut, meliputi aspek Human Universal, Individual Differences, dan Individual Uniqueness.
Kepribadian menurut para ahli:
1.      Wundt: Menganalisa proses mental melalui eksperimen yang dapat dimanipulasi dan dikontrol.
2.      Watson: Proses mental yang tidak dapat dilihat. (lebih tepat menganalisa melalui overt behaviour).
3.      Skinner: Hanyalah sekumpulan sistem respons dan habit yang dipelajari.
4.      Freud: Mengamati faktor-faktor yang tidak disadari yang menjadi sumber masalah bagi pasien-pasiennya. Fokus pada fungsi individu yang melibatkan aspek kesadaran dan ketidaksadaran.
5.      Murray dan Allport: Mempelajari kepribadian secara formal dan terestimasi.


Teori Kepribadian
            Suatu kerangka pikir yang terdiri dari serangkaian asumsi mengenai kepribadian, meliputi definisi empiris yang menjalin beberapa fenomena abstrak agar dapat diobservasi secara konkret.
Teori kepribadian harus:
1.      Dapat diuji.
2.      Dapat memperjelas data-data kepribadian.
3.      Berguna dalam memahami dan memprediksi perlaku.

Aspek Kepribadian
Psikopatologi dan Perubahan Perilaku
Meliputi analisa mengapa ada individu yang mampu atau tidak menangani stres.

Isu terhadap Human Nature

Free Will                                 vs                                 Determinism
Nature                                     vs                                 Nurture
Past Experience                       vs                                 Present Experience
Uniqueness                              vs                                 Universality
Equilibrium                             vs                                 Growth
Optimistic                               vs                                 Pesimistic

Tidak ada komentar:

Posting Komentar